Rabu, 30 Agustus 2017

kok enak sih kamu

Palembang, 10 Agustus 2017

kali ini pengen nulis sesuatu yang sering ane denger ketika orang suka bilang "kok enak sih kamu". ya kok enak sih kamu menjadi hal yang ane denger seolah-olah ini semacam berkah atau blessing. Tidak berplan, tidak berproses bahkan gak ada beriew. Dan orang yang mengatakan ini hanya melihat dari sisi hasil akhir saja. Mengatakan ini gegara ungkapan reaktif saja. Kenapa  bisa seperti ini terjadi, ungkapan yang bisa melemahkan dirinya bahkan lingkungan didekatnya. Ane coba menuliskan buat diri sendiri dan kalopun ada yang terinspirasi dengan tulisan ane ini keknya bonus buat ane.

Nah dah paragrap kedua ^^. Ok kita bahas kenapa ane kurang suka ketika ada orang bilang kok enak sih kamu. Gini, kok enak sih kamu, pernyataan ini hanya melihat sisi keberhasilan seseorang saja dan parahnya tanpa melihat sisi perjuangan yang dilakukan oleh orang tersebut dalam keberhasilannya. Sehingga membuat bagi yang mengucapkan, mendengarkan dan objek orang yang dimaksudnya jadinya negatif. Akhirnya menjadi saling melenahkan satu sama lain.  Mungkin ketika si pencetus kalimat ini hanya sekedar rekatifnya saja, tetapi alangkah baiknya kalimat bahkan kata yang terujar semuanya baik dan saling menguatkan satu sama lain.

Ketika seseorang berhasil tentu saja semua proses yang dia jalankan, mulai dari bermimpi, merealisasikan, analisa, improvement dan diulangi kalo gagal. Nah dari proses yang matang inilah yang bersangkutan berhasil mewujudkan mimpinya selama ini. Pada intinya tiadalah instant dalam hidup ini, semua berproses, semua terencana baik disadari maupun tidak. Selama hayat masih di kandung badan, masih ada waktu, teruslah berkarya.

Regards
ATP